by

Jalan Puan Maharani ke Ranah Minang

Oleh: Erizal

Sumbar.perdananews.com – Setelah dijelaskan wartawan senior Hasril Chaniago, bahwa sebetulnya Puan Maharani itu asli Minangkabau dilihat dari keturunan ibunya, Megawati, yang merupakan anak dari ibunda Fatmawati, istri Soekarno, yang merupakan keturunan asli dari Indrapura, Pesisir Selatan.

Malah, Puan Maharani lebih tulen darah Keminangkabauannya dibandingkan Megawati, oleh karena, ayahnya Puan, Taufik Kiemas, juga berasal dari Sabu Andaleh, Tanah Datar, dan telah diberi gelar Datuak Basa Batuah, bersama Megawati yang diberi gelar Puti Reno Nilam.

Jadi, urang awak Puan ini. Awak samo awak. Terkait pernyataannya, “semoga Sumbar jadi pendukung negara Pancasila”, digoreng bisa digoreng, dibahas bisa dibahas, didiamkan bisa didiamkan. Apalagi sudah berkaitan dengan politik. Pilkada pula. Maka, bisa kusut jadinya.

Memang, kalau didengar lagi berulang-ulang pernyataan Puan saat penyerahan SK kepada pasangan Mulyadi-Ali Mukhni itu, terdengar lalu begitu saja. Barangkali Puan ingin kalimat “gong”-nya agak panjang dan terdengar keren, tapi jadi salah, kontra, dan bisa bermaksud lain.

Mestinya, kalimat Puan pendek saja. Misalnya, Sumbar menang atau Sumbar hebat, berjaya, dan lain-lain. Apalagi didahului dengan membaca “Bismillah”, dan memang pernyataan Puan kontroversi itu, juga didahului membaca “Bismillah”. Artinya, tak ada maksud yang jelek.

Maka, salah satu hikmah yang bisa diambil dari kisruh pernyataan Puan Maharani ini, bisa jadi ini jalan Puan untuk ke ranah Minang, jalan Puan mudik atau jalan Puan pulang kampung. Hampir tak teringat kapan terakhir kali Puan ke ranah Minang? Apalagi, setelah jadi ketua DPR.

Soal Sumbar atau ranah Minang bukan basis PDIP, itu soal lain. Bukankah Sumbar ini kampung halaman? Dan posisi Ketua DPR itu posisi tanpa sekat-sekat partai, apalagi daerah. Ini penting agar di kemudian hari, kalau Puan menyebut kata Sumbar lagi, jadi lebih bergetar.

Comment

PERDANANEWS