by

Pilgub Sumbar: Daya Jangkau dan Daya Tahan Tim Penentu

Oleh: Erizal

Sumbar.perdananews.com -Kendatipun Nasrul Abit sendirian dari Pesisir Selatan (Pessel), tapi Sumatera Barat (Sumbar) itu ada 19 kabupaten/kota. Pessel hanya salah satu saja. Artinya, masih dinamis. Turun-naik suara masih bisa terjadi. Malah bisa sirna juga.

Agam sudah pasti pecah-belah suara pemilih di situ. Anggaplah bagi empat merata. Tapi, Indra Catri kan hanya wakil? Tetap saja, bupati dua periode itu elektabilitasnya sudah teruji. Tak maksimal tentu saja, tapi tak licin sama sekali.

Kota Padang juga menarik. Sebab penyumbang suara terbesar. Hampir 20% pemilih ada di sini. Walaupun Mahyeldi Walikotanya, tetap saja, itu tak akan full. Pertama, soal keterdidikan orang Padang. Kedua, janji yang pernah disampaikan.

Kalau ada yang bilang Mahyeldi sukses besar di Padang, tidak juga. Biasa-biasa saja. Jalan saja masih banyak buruk. Apalagi penanganan pandemi. Termasuk, masyarakat terdampak. Sejak awal, zona merah, malah bisa jadi hitam.

Dan tiga kali Pilgub, tiga kali pula suara pemilih Padang terbagi-bagi. Malah, ada orang Padang sekalipun seperti Irwan Prayitno dan Fauzi Bahar. Tetap saja suaranya terbagi-bagi. Tidak ada yang benar-benar mutlak, atau jomplang.

Hal itu baru tiga kabupaten/kota terbesar di Sumbar. Belum 16 kabupaten/kota lainnya. Terutama, di daerah-daerah pinggiran, pelosok. Daya jangkau tim pemenangan, termasuk daya tahan, akhirnya menjadi penentu yang utama.

Comment

PERDANANEWS